Hidup itu penuh perjuangan!

The Powerful of Fate and Destiny Part 1

The Powerful of Fate and Destiny Part 1

Fate: it's out of your control. Destiny: it's what you are meant to do. Destiny has slightly more positive connotations. (source:Quora)

Dari sebelum gue lahir sampai akhirnya tahun ini gue dapat merasakan kebebasan dunia haha(umur 17), sadar atau engga jalan raya bahkan gang hidup gue udah diatur sama yang diatas. Pahit atau manis rasanya sudah pernah gue alami semua. Ini gue tulis utuk mengingatkan gue saat gue tua nanti.

Fate that I feel the most are when I signed to higher school. Why? Here is why. 
5 tahun lalu gue adalah bocah SD yang biasa2 aja, saat kelas 6 gue termasuk anak kelas B dari kelas A sampai E(berdasar rangking TO UN), berkali2 gue gagal tembus kelas A dimana isi kelas A tersebut anak-anak rajin, les tiap hari, dan pintar dan semua yang nilainya lebih tinggi, apadaya gue yang sekolah-main-sekolah-main haha. Sejak kelas 6 gue niatin, ambisi gue mengalahkan nilai temen gue yang lebih pinter. Gue tetep ikhtiar belajar gila-gilaan. Ga gila juga sih cuma belajar sampai maghrib, trus isya lanjut. Gue makan semua buku detik-detik. Gilanya setelah gue melihat temen-temen dari kelas A yang punya buku esis akhirnya gue baru beli buku itu satu minggu sebelumnya, dan ternyata sampai hari H cuma habis setengah haha.
Hari UN tiba, gue nervous asli, gue sangat hati-hati terhadap LJKnya karena segala ketakutan takut gagal cuma gara-gara LJK. Berkat tips doa dari ibu gue alhamdulillah gue ngerjakan dengan lancar. Ternyata soalnya mirip persis sama buku latihan soal esis yang pernah gue kerjakan.
Setelah UN, seangkatan kelas 6 berlatih wisuda dan sekali-sekali guru menginformasikan tentang SMP favorit.
SMP Favorit di Malang ada SMP 1, 3, dan 5. Kalau diurutkan dari yang paling bagus itu SMP 3,1, trus 5. 
Kalo masuk SMP 3 kalian harus punya laptop dsb.
Batin gue sih, "wih, mungkin ga ya gue bisa masuk SMP 3" pikir gue, "Alah masuk SMP 5 ajalah, sama aja"
Until the day come, hari pengumuman UN. Semua orangtua dikumpulkan di aula untuk pembekalan dan pemberian surat UN. Perasaan gue campur aduk.

Aduh gimana ya.
Akhirnya temen-temen gue memulai membuka hasil UNnya satu-satu, dan temen gue Salsa dan Sofia yang kelas A mendapat 27, brapa gue lupa. Akhirnya giliran gue yang buka, dan uhh. Gue ga percaya. Gue shock.

28,5
Gue ga berfikir ini nila bagus atau engga. Gue shock karena nilai gue lebih tinggi dari kebanyakan kelas A lainnya. Gue ga nyangka sumpah. Temen-temen kelas A gue hanya melongo ke gue sekan-akan di fikirannya, "Loh". Apalagi gue yang menerima nilai ini. Gue antara seneng dan bingung. Ternyata gue peringkat 7 dari 10 besar dimana 10 besar isinya anak kelas A semua kecuali gue dan Fierza( kelas B).

Akhirnya hari pendaftaran online ke SMP dimulai. Ibu gue maunya daftar ke SMP 3, sedangkan gue maunya ke SMP 5 yang udah pasti bisa ketrima dan peringkat atas2, sedangkan bila gue datar ke SMP 3 gue pasti peringkat bawah-bawah, dan klo gue gagal nyangkut di peringkat SMP 3 gue bakal kelempar ke SMP 8, dan itu lebih jauh dari rumah gue, otomatis gue harus bangun lebih pagi. Tapi karena gue suka tantangan, maka gue iyain aja, gue pikir mungkin disini bagus buat gue. Akhirnya gue datang hari terakhir dan 2 jam terakhir. Why? Karena nilai gua mepet mengingat rapot gue yang rata-rata cuma 84. Sampai akhirnya menit-menit terakhir, dimana urutan masih bergerak. Tepat 1.48 akhirnya gue daftar! Alhamdulillah nama gue nyangkut bray!

Awalnya gue ga mikir apa-apa, cuma ikhtiar dan berserah diri apa aja yang Allah  mau kasih. Oh ternyata ini yang Tuhan mau. Terimakasih Ya rabb.

Assalamualaikum
Monggo :D